Pagi-pagi Yaklep pu anak yang baru umur 9 taon, kebetulan lagi libur skolah minta ijin
Anak : "bapa sa pi ke pius pu rumah dulu eeee....."
Yaklep: "Eh... Anak makan dulu baru pi kesanaĆ¢€¦.?"
Anak : "Uda dari tadi bapa, sa bisa pegi kah traaaa...."
Yaklep : "Ah kamu ini, pigi suda, tapi hati-hati kalau menyeberang tunggu sampai mobil lewat dulu... eee... Baru menyeberang?"
Minggu, 11 Maret 2012
Kenapa Jadi ?
Published :
03.19
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Ada pace ini naik bis,,
pas di atas bis ada anak kecil prhatikan dia trus..
Ank kecil : mas "Edo Kondologit" ya..?
Pace : bukan
ank kcil : ah tipu...mas Edo kan...
Pace : bukan...ko kenapa ka?..!!
Ank kcil : mas "Edo" sudah mo...
(Krn mngkn pace dia su jengkel,,) : iyo kenapa jadi..?
Ank kcil : kok gak mirip...?
Pace : ?!?!?!@..!!!
pas di atas bis ada anak kecil prhatikan dia trus..
Ank kecil : mas "Edo Kondologit" ya..?
Pace : bukan
ank kcil : ah tipu...mas Edo kan...
Pace : bukan...ko kenapa ka?..!!
Ank kcil : mas "Edo" sudah mo...
(Krn mngkn pace dia su jengkel,,) : iyo kenapa jadi..?
Ank kcil : kok gak mirip...?
Pace : ?!?!?!@..!!!
Tradisi Potong Jari di Papua
Published :
03.07
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Kesedihan saat telah ditinggal pergi oleh orang yang cintai dan
kehilangan salah satu anggota keluarga sangat perih. Berlinangan air
mata dan perasaan kehilangan begitu mendalam. Terkadang butuh waktu
yang begitu lama untuk mengembalikan kembali perasaan sakit kehilangan
dan tak jarang masih membekas dihati.
Lain halnya dengan masyarakat pegunungan tengah Papua yang melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal tidak hanya dengan menangis saja. Melainkan
ada tradisi yang diwajibkan saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat seperti; suami,istri, ayah, ibu, anak dan adik yang meninggal dunia. Tradisi yang diwajibkan adalah tradisi potong jari. Jika kita melihat tradisi potong jari dalam kekinian pastilah tradisi ini tidak seharusnya dilakukan atau mungkin tradisi ini tergolong tradisi ekstrim. Akan tetapi bagi masyarakat pegunungan tengah Papua, tradisi ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Mereka beranggapan bahwa memotong jari adalah symbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan sebagian anggota keluarganya.
Lain halnya dengan masyarakat pegunungan tengah Papua yang melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal tidak hanya dengan menangis saja. Melainkan
ada tradisi yang diwajibkan saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat seperti; suami,istri, ayah, ibu, anak dan adik yang meninggal dunia. Tradisi yang diwajibkan adalah tradisi potong jari. Jika kita melihat tradisi potong jari dalam kekinian pastilah tradisi ini tidak seharusnya dilakukan atau mungkin tradisi ini tergolong tradisi ekstrim. Akan tetapi bagi masyarakat pegunungan tengah Papua, tradisi ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Mereka beranggapan bahwa memotong jari adalah symbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan sebagian anggota keluarganya.
Papua Tercinta
Published :
03.04
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
PAPUA…Sebuah
pulau yang memiliki banyak HAL,yang tertanam di sana..Ketika ada orang
yang mendengar nama papua saja.mereka berpikir apa yang ada di sana,
orangnya atau alam penghasil sejuta madu dan emas… dengan rasa
penasaran semua orang mengerakan hatinya untuk pergi ke papua.namun
yang membuat diriku menjadi binggun itu,kenapa semua orang berpikir
papua…dengan pemahamannya yang berbeda-beda tentang papua…’.banyak
orang yang berpikir mereka asal sampai di papua trus cari kerja..biar
hidupnya tidak seperti sekarang. (MELARAT DAN MELARAT) ada yang tinggal
di pinkir jalan..ada yang tinggal di bawah kolom jembatan dan
seterusnya”.tahun 2007 itu diriku liburan ke papua dan bertemua
seseorang yang bukan orang asli papua…saya bertanya MAS mau
kemana..karna kapal yang saya tumpangi itu ,akan melewati pulau
sulawesi dan maluku….tapi MAS nya menjawab….saya juga mau ke papua
..karna di papua itu banyak kerjaan..yang bisa menhasilkan uang..bukan
seperti di jawa yang sehari kerja cumma 30 ribu..mau beli makan saja
harus dipikirkan terlebih dahulu…apa lagi mau beli yang lain…PUSING
JADINYA….karna MAS itu sudah bercerita tentang niatnya ke papua..saya
bertanya MAS ,ke papua itu ada keluarga di sana tapi MASNYA
bilang..jalangkan keluarga,tempat yang akan saya turun saja tidak
TAU..tapi karna saya dengar di papua itu..apa-apa saja bisa di
dapat….tampa uang orang bisa hidup…tampa beli bisa di dapat.akhirnya
saya mulai pahami.bahwa orang yang pergi ke papua itu bukan karna
meraka ingin orang papua ASLI harus bisa karna kehadiran mereka tapi
…karna di jawa itu sudah tidak ada kerja yang jauh lebih baik.maka
mereka ke papua….jadi kalau ada orang yang bilang “nanti orang luar
yang datang baru papua itu bisa maju… tapi itu hanya cerita
belaka(MITOS)yang di buat orang luar papua supaya mereka bisa di terima
di papua .karna kalau MITOS ini tidak ada,pasti orang yang bukan asli
papua.mereka bakalan tidak dapat pekerjaan seperti saat ini…jadi saya
harapkan agar kedepan itu jangan karna uang kita sampai di papua..tapi
karna KETULUSAN HATI yang menghadirkan kita ke TANAH PAPUA TERCINTA.Aku Papua
Published :
01.55
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
by: Edo Kondologit
Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan
Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua
Oooh…, Oooh…,
Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan
Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua
Lirik lagu Tanah Papua
Published :
01.49
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Di sana pulauku yang kupuja slalu
Tanah Papua pulau indah
Hutan dan lautmu yang membisu slalu
Cendrawasih burung emas
Gunung-gunung, lembah-lembah
yang penuh misteri
Kau kupuja slalu keindahan
Alammu yang mempesona
Sungaimu yang deras
Mengalirkan emas
sio ya Tuhan trima kasih
Batik Papua Go International
Published :
01.41
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Sebanyak
lima eksportir potensial diajak oleh Kementerian Perdagangan (kemendag)
dalam misi dagang ke Kanada tanggal 29-30 Juni 2010. Hal ini dalam
rangka mendorong ekspor produk makanan- minuman dan perikanan ke Kanada.
Kemendag juga mengikutsertakan serta Batik Papua untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk batik dan kerajinan.
Eksportir yang disertakan pada misi dagang itu adalah adalah PT. Bumi Tangerang Mesindotama yang merupakan produsen Cocoa Powder dan Cocoa Butter, PT Sanco Indonesia yaitu produsen mesin makanan dan minuman serta makanan ringan, PT Inni Pioneer Food Industry yaitu produsen canned foods, PT Aneka Tuna Indonesia dan PT Prima Bahari Inti Lestari yaitu produsen produk perikanan.
Kemendag juga mengikutsertakan serta Batik Papua untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk batik dan kerajinan.
Eksportir yang disertakan pada misi dagang itu adalah adalah PT. Bumi Tangerang Mesindotama yang merupakan produsen Cocoa Powder dan Cocoa Butter, PT Sanco Indonesia yaitu produsen mesin makanan dan minuman serta makanan ringan, PT Inni Pioneer Food Industry yaitu produsen canned foods, PT Aneka Tuna Indonesia dan PT Prima Bahari Inti Lestari yaitu produsen produk perikanan.
OPM di Puncak Jaya kembali melakukan Penembakan
Published :
01.35
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka diduga kembali beraksi di
Kampung Paragom Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, pada Rabu 21 Juli.
Mereka menghadang dan membakar konvoi 4 mobil jenis Mitsubishi Strada
yang mengangkut BBM solar serta sejumlah bahan makanan. Salah seorang
sopir mobil strada juga terkena tembakan.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono kepada wartawan melalui telepon selulernya, Kamis 22 Juli mengatakan, aksi penghadangan di mulai pukul 13.00 WIT Rabu 21 Juli. Saat itu 4 mobil dari Distrik Illu sedang menuju Mulia ibukota Puncak Jaya.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono kepada wartawan melalui telepon selulernya, Kamis 22 Juli mengatakan, aksi penghadangan di mulai pukul 13.00 WIT Rabu 21 Juli. Saat itu 4 mobil dari Distrik Illu sedang menuju Mulia ibukota Puncak Jaya.
Sabtu, 10 Maret 2012
Papuaku
Published :
20.54
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
<< ini adalah Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya sebagian penduduk asli Pulau Papua. Koteka terbuat dari kulit labu air, Lagenaria siceraria.
Isi dan biji labu tua dikeluarkan dan kulitnya dijemur. Secara harfiah,
kata ini bermakna "pakaian", berasal dari bahasa salah satu suku di
Paniai. Sebagian suku pegunungan Jayawijaya menyebutnya holim atau horim.
Tak sebagaimana anggapan umum, ukuran dan bentuk koteka tak berkaitan dengan status pemakainya. Ukuran biasanya berkaitan dengan aktivitas pengguna, hendak bekerja atau upacara. Banyak suku-suku di sana dapat dikenali dari cara mereka menggunakan koteka. Koteka yang pendek digunakan saat bekerja, dan yang panjang dengan hiasan-hiasan digunakan dalam upacara adat.
Namun demikian, setiap suku memiliki perbedaan bentuk koteka. Orang Yali, misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu.
Seiring waktu, koteka semakin kurang populer dipakai sehari-hari. Koteka dilarang dikenakan di kendaraan umum dan sekolah-sekolah. Kalaupun ada, koteka hanya untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata.
Di kawasan pegunungan, seperti Wamena, koteka masih dipakai. Untuk berfoto dengan pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh ribu rupiah. Di kawasan pantai, orang lebih sulit lagi menemukannya.
Tak sebagaimana anggapan umum, ukuran dan bentuk koteka tak berkaitan dengan status pemakainya. Ukuran biasanya berkaitan dengan aktivitas pengguna, hendak bekerja atau upacara. Banyak suku-suku di sana dapat dikenali dari cara mereka menggunakan koteka. Koteka yang pendek digunakan saat bekerja, dan yang panjang dengan hiasan-hiasan digunakan dalam upacara adat.
Namun demikian, setiap suku memiliki perbedaan bentuk koteka. Orang Yali, misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu.
Seiring waktu, koteka semakin kurang populer dipakai sehari-hari. Koteka dilarang dikenakan di kendaraan umum dan sekolah-sekolah. Kalaupun ada, koteka hanya untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata.
Di kawasan pegunungan, seperti Wamena, koteka masih dipakai. Untuk berfoto dengan pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh ribu rupiah. Di kawasan pantai, orang lebih sulit lagi menemukannya.
Kamis, 08 Maret 2012
Dimana Rumah Sakit ??
Published :
23.54
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Suatu ketika, ada seorang pace sedang jalan-jalan di sore hari. Lalu
ia bertemu dengan satu orang yang tak dikenalnya sebut saja pace 2.
Pace 2 : pace ko tau hotel anggrek kah?
Pace : Ikuti jalan ini saja, baru sampe diujung jalan sana itu sudah hotelnya.
Pace 2 mengangguk tanda mengerti. kemudian si pace ini mau melangkah, pace 2 tanya lagi.
Pace 2 : baru kalo pasar dimana?
Pace : ko lewat jalan disamping ini terus, baru belok kanan.
setelah itu pace mau melanjutkan perjalanannya
tapi pace 2 tanya lagi, kalo rumah sakit dimana?.
Pace ganas dan dia bilang, “ko berdiri di garis putih hitam ini (zebra cross), trus tunggu mobil tabrak kau, itu baru ko tau rumah sakit dimana”.
Pace 2 : pace ko tau hotel anggrek kah?
Pace : Ikuti jalan ini saja, baru sampe diujung jalan sana itu sudah hotelnya.
Pace 2 mengangguk tanda mengerti. kemudian si pace ini mau melangkah, pace 2 tanya lagi.
Pace 2 : baru kalo pasar dimana?
Pace : ko lewat jalan disamping ini terus, baru belok kanan.
setelah itu pace mau melanjutkan perjalanannya
tapi pace 2 tanya lagi, kalo rumah sakit dimana?.
Pace ganas dan dia bilang, “ko berdiri di garis putih hitam ini (zebra cross), trus tunggu mobil tabrak kau, itu baru ko tau rumah sakit dimana”.
Cara Membuat Koteka
Published :
23.43
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Pada Suatu hari, ada seorang wartawan datang ke papua untuk melihat kebudayaan disana.Lalu, ia bertanya pada kepala sukunya:
Wartawan : "Pak, terbuat dari apa koteka itu?".
Kepala suku: "Oh..itu terbuat dari terong hutan yang dipanggang hingga kering, lalu isinya dibuang".
Wartawan: "Kenapa tidak pakai daun pisang saja pak?".
Kepala suku:"ko gilla ka!! Ko pikir sa pu barang LONTONG "!!!
Wartawan : "Pak, terbuat dari apa koteka itu?".
Kepala suku: "Oh..itu terbuat dari terong hutan yang dipanggang hingga kering, lalu isinya dibuang".
Wartawan: "Kenapa tidak pakai daun pisang saja pak?".
Kepala suku:"ko gilla ka!! Ko pikir sa pu barang LONTONG "!!!
Rabu, 07 Maret 2012
Makan Burung Garuda
Published :
04.52
Author :
FebbyRamadhaniPutriGatot
Ada pace komen satu ini, de naik bis waktu di jawa.
sekarang kernet ko mulai tagih ongkos bis.
kernet de su tagih sampe dapat ini pace, karena de takut jadi de alasan ajak bicara pace komen..
sekarang kernet ko mulai tagih ongkos bis.
kernet de su tagih sampe dapat ini pace, karena de takut jadi de alasan ajak bicara pace komen..
kernet : permisi mas, mas orang papua ya?
pace : iya!!
kernet : disana makan burung cendrawasih ya? pace : iya!!
kernet : burung kasuari juga ya?
pace : iya!!
kernet : kalo burung garuda mas makan ndak?
pace : kalo pemerintah ijinkan sa lapis satu kali deng ko...
pace : iya!!
kernet : disana makan burung cendrawasih ya? pace : iya!!
kernet : burung kasuari juga ya?
pace : iya!!
kernet : kalo burung garuda mas makan ndak?
pace : kalo pemerintah ijinkan sa lapis satu kali deng ko...
Langganan:
Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Categories
- Gambar (6)
- Lirik Lagu (2)
- MOP (5)
- News (2)
- Papuaku (5)
Time
Profil Saya
Visitors
Archive
-
▼
2012
(20)
-
▼
Maret
(18)
- Tunggu Mobil Lewat
- Noken
- Koteka
- Festival Danau Sentani
- Danau Sentani
- Pantai Amai
- Pantai Tablanusu
- Kenapa Jadi ?
- Tradisi Potong Jari di Papua
- Papua Tercinta
- Aku Papua
- Lirik lagu Tanah Papua
- Batik Papua Go International
- OPM di Puncak Jaya kembali melakukan Penembakan
- Papuaku
- Dimana Rumah Sakit ??
- Cara Membuat Koteka
- Makan Burung Garuda
-
▼
Maret
(18)
Friends Blog
Slamet Hadi Prasetyo
Intan Nursari Nasution
Septiningtyas
Yordan Agil
Reza Satria Awadananta
Bima Setiawan
Hasan Madani
Yulius Agato
Dimas Prakoso
Didi Artafiandy
Prasto Efrizal
Muhaimi Hilman
Irfan Haris Nasution
Badiyatul Praja
Septi Barkah Istiant
Danisa Zairen
Ardhian Dwi Hastayoga
Akhmad Faozi
Ahmad Thorik
Intan Nursari Nasution
Septiningtyas
Yordan Agil
Reza Satria Awadananta
Bima Setiawan
Hasan Madani
Yulius Agato
Dimas Prakoso
Didi Artafiandy
Prasto Efrizal
Muhaimi Hilman
Irfan Haris Nasution
Badiyatul Praja
Septi Barkah Istiant
Danisa Zairen
Ardhian Dwi Hastayoga
Akhmad Faozi
Ahmad Thorik
Daftar Blog Saya
-
-
Daftar Gambar11 tahun yang lalu
-







.jpg)




